Posted on

Anies Sebut Perkantoran dan Tempat Makan Bisa Buka Senin Depan

anis

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Anies juga menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi.
Di masa transisi ini, kegiatan usaha dan perkantoran bisa dimulai Senin (8/6) dengan kapasitas hanya setengahnya.

“Kegiatan usaha dan tempat kerja perkantoran bisa dimulai Senin tanggal 8 Juni dengan kapasitas 50%,” kata Anies dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Anies menambahkan, rumah makan juga bisa membuka kapasitasnya separuh. Dengan catatan ini hanya berlaku untuk tempat makan yang berdiri sendiri.

“Rumah makan juga hari Senin tanggal 8 Juni juga 50%. Ini rumah makan mandiri, stand alone bukan bagian dari pusat pertokoan,” tuturnya.

Begitu juga dengan perindustrian dan perdagangan hingga ritel yang terpisah dari pusat pertokoan bisa beroperasi pada Senin mendatang dengan protokol pencegahan COVID-19.

“Perindustrian, pergudangan, pertokoan ritel yang sifatnya berdiri sendiri bukan bagian dari pusat pertokoan bisa operasi hari Senin 8 Juni,” katanya.

Sumber : detik.com

Posted on

Catat! SIM yang Mati di Tanggal Ini Bisa Urus Perpanjangan Sampai 30 Juni

sim

Polri telah memberikan dispensasi kepada pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masa berlakunya habis di saat pandemi virus Corona (COVID-19). SIM yang mati saat pandemi Corona masih bisa diperpanjang.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan masyarakat yang hendak melakukan perpanjangan SIM, Korlantas Polri telah melakukan berbagai upaya. Pemegang SIM yang masa berlakunya habis pada periode 24 Maret 2020 sampai 29 Mei 2020 diberikan dispensasi.

“Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa SIM yang masa berlakunya habis selama masa pandemi COVID-19, terhitung mulai dari 24 Maret 2020 sampai 29 Mei 2020, diberikan dispensasi proses perpanjangan SIM mulai tanggal 2 Juni sampai 30 Juni 2020,” kata Ahmad dalam konferensi pers, Rabu (3/6/2020).

Baca juga: SIM yang Mati di Tanggal Ini Takkan Ditilang
“Apabila pemegang SIM tersebut tidak melakukan perpanjangan SIM di waktu pemberian dispensasi, maka tidak dapat melakukan proses perpanjangan, tetapi harus melaksanakan proses penerbitan SIM dengan mekanisme penerbitan SIM baru. Jadi perlu disampaikan bahwa proses perpanjangan SIM terakhir pada tanggal 30 Juni 2020,” sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, walaupun SIM telah habis masa berlakunya di masa pandemi Corona tetap dilayani sebagai perpanjangan di masa dispensasi. Jadi, meski masa berlakunya sudah lewat, pemegang SIM tak perlu bikin SIM baru selama masa dispensasi.

Baca juga: Telat Perpanjang SIM Saat Pandemi? Tenang, Enggak Perlu Bikin Baru, Kok
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir yang masa berlakunya habis sejak bulan Maret selama pandemi Corona ini, itu bisa diperpanjang untuk pembuatan SIM. Itu berlaku di seluruh Indonesia,” ujar Argo.

Sementara itu, Ahmad juga menanggapi viralnya foto-foto lonjakan pemohon SIM di berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, Satpas Lantas telah melakukan berbagai upaya agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan selama pengurusan SIM.

“Baik berupa imbauan, pamflet, stiker, banner maupun langsung kepada pemohon SIM di Satpas agar mematuhi ketentuan protokol kesehatan sebagaimana Surat Telegram No. 1537 tanggal 29 Mei 2020 tentang percepatan penanganan COVID-19 menuju tatanan kehidupan normal baru,” ucap Ahmad.

Posted on

Startup Ini Berkembang Pesat Selama Pandemi Corona

pandemi

Jakarta –

Sebuah startup pembuat kacamata augmented reality (AR) asal China mencatatkan pertumbuhan yang signifikan selama pandemi Corona, karena produk buatannya diminati oleh banyak pihak.

Rokid, nama startup tersebut, mengembangkan kacamata AR untuk mendeteksi gejala COVID-19 pada akhir 2019 lalu, sebelum virus tersebut menyebar luas. Kacamata bernama T1 tersebut bisa mengukur temperatur orang di sekitar penggunanya dan menampilkan hasil pengukurannya pada layar kacamatanya.

VP Rokid Xiang Wenjie mengklaim kalau permintaan terhadap kacamata T1 meroket tak lama setelah pemerintah China memesan sekitar 1000 unit kacamata tersebut. T1 sendiri menurut Wenjie dikembangkan hanya dalam waktu dua minggu.

“T1 dapat memberikan kemampuan pengukuran temperatur yang portabel serta dari jarak jauh, yang sangat membantu (pendeteksian Corona),” ujar Wenjie.

Pengukuran suhu ini bisa dilakukan karena T1 dilengkapi sensor infra merah serta kamera yang membuat pengguna T1 bisa melihat suhu orang di sekitarnya secara real time dalam bentuk AR.

Kini mereka tengah memperbarui kemampuan T1 untuk bisa mengukur suhu banyak orang dalam waktu yang sama. Kemampuan ini diperlukan untuk penggunaan di tempat ramai, seperti di mall dan bandara.

Rokid bukan satu-satunya startup China yang punya produk untuk menghadapi COVID-19. Ada juga SenseTime, startup face recognition, yang membuat sistem thermal imaging untuk sejumlah stasiun kereta api di China.

 

Simak Video “Kasus Positif Corona di Indonesia Kini Mencapai 7.418

(asj/fay)

 

sumber: https://inet.detik.com/

Posted on

Trik Meringankan Kinerja Prosesor Ponsel

procesor hp
Jakarta -Di dalam sebuah ponsel, prosesor atau Central Processing Unit (CPU) berfungsi sebagai otak yang bertugas untuk menjalankan berbagai kinerja penting dalam sistem ponsel tersebut. Sebagai otak, jika prosesor terbebani dengan berbagai macam tugas, maka akan membuat keselurahan performa ponsel menjadi lambat.

Nah, agar prosesor tidak bekerja terlalu keras, cobalah untuk lakukan beberapa trik berikut ini.

Kurangi Widget dan Live Wallpaper di Home Screen

Penggunaan Widget pada homescreen dapat memakan terlalu banyak sumber daya yang dimiliki oleh prosesor. Ketika memasang terlalu banyak widget, maka beban kerja yang harus dikerjakan oleh prosesor juga bertambah. Sama halnya seperti dengan Live Wallpaper yang selalu bergerak di saat tidak menggunakan ponsel sekalipun. Oleh karena itu cobalah untuk mengurangi baik widget maupun live wallpaper.

Uninstall Aplikasi yang Tidak Terpakai

Aplikasi yang tidak terpakai dan masih ada di ponsel bisa membuat prosesor bekerja keras. Terkadang ada beberapa aplikasi yang masih aktif dan berjalan di background walaupun aplikasi tersebut sudah lama tidak digunakan. Maka dari itu hapuslah beberapa aplikasi yang sekiranya tidak lagi dipergunakan.

Hindari Membuka Aplikasi Dalam Waktu Bersamaan

Menggunakan lebih dari satu aplikasi juga akan menambah pemrosesan di background yang memakan ruang di RAM dan juga kinerja dari CPU. Dengan aplikasi yang terbuka secara bersamaan, maka ponsel bisa menjadi lebih cepat panas dan tentunya membuat kinerja prosesor semakin berkurang.

Cobalah membuka menu background aplikasi (biasanya dengan menggunakan tombol di samping tombol home), lalu matikan aplikasi-aplikasi yang tidak terpakai. Bisa juga memilih close all untuk mematikan seluruh aplikasi yang sedang dibuka bersamaan.

Itulah beberapa tips yang bisa meringankan kinerja prosesor. Cepat atau lambatnya sebuah ponsel tentunya berhubungan langsung dengan prosesor yang dimiliki. Ponsel dengan prosesor yang mumpuni dapat bekerja lebih baik karena memiliki pemrosesan yang lebih cepat dan inti pemrosesan yang lebih banyak.

Oppo Find X2 ProOppo Find X2 Pro Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Seperti pada OPPO Find X2 series yang menggunakan prosesor Snapdragon 865. Chipset ini memiliki performa tinggi yang mampu berjalan hingga kecepatan 2,84 GHz dengan pemrosesan octa-core 64 bit. Selain itu pilihan RAM-nya juga lega 12 GB untuk menjalankan berbagai aplikasi. Pilihan ROM yang dimiliki OPPO Find X2 series juga terbilang lega yakni 256 GB (Find X2) dan 512 GB (Find X2 Pro).

OPPO Find X2 series juga dilengkapi teknologi SuperVOOC 2.0 Flash Charge 65W yang dapat mengisi baterai dengan penuh hanya dalam waktu 38 menit!

(prf/ega)

sumber: https://inet.detik.com/
Posted on

Google Kurang Beruntung, Gagal Caplok Zoom

zoom

Jakarta –

Apabila Google mengikuti selera para pegawainya dahulu kala, bukan tak mungkin kalau Zoom akan jadi layanan terpopuler milik mereka, bukan pesaing beratnya.

Sebelum pandemi Corona, rupanya pegawai Google sering memanfaatkan aplikasi video conference besutan Eric S. Yuan itu. Saking nyamannya dengan Zoom, produk Google yang serupa sendiri seakan diabaikan oleh pegawainya sendiri.

Dengan ketenaran Zoom di kalangan Google, beberapa insinyur raksasa internet itu mendesak perusahaan untuk mengakuisisi Zoom pada 2018. Begitu menurut laporan yang diungkap The Information, dilansir Business Insider, Rabu (6/5/2020).

Sayang seribu sayang. Diskusi akuisisi itu tak menjadi niatan serius dan sekarang Google punya pesaing berat dalam urusan layanan pertemuan virtual, yaitu Zoom.

Dugaan tidak diakuisisinya Zoom karena perusahaan menghitung biaya server untuk menjalankan Zoom, jika platform tersebut jadi miliknya. Selain itu juga, perusahaan yang bermarkas di Mountain View, AS, itu tidak serius mengevaluasi perolehan Zoom.

Merebaknya virus Corona seakan jadi anugerah bagi Zoom, di mana orang-orang mencari cara baru untuk tetap terhubung dan berkomunikasi saat mereka harus di rumah guna menekan penyebaran COVID-19.

Google memang punya Google Meet yang mana bernama Hangouts. Untuk menarik pengguna Zoom, Google telah melarang pegawainya memakai platform pesaingnya itu dan memberikan akses gratis untuk sementara kepada publik yang ingin menggunakan Google Meet.

Belum lama ini, Zoom mengatakan memiliki 300 juta pengguna aktif harian. Sedangkan Google dalam penuturan Sundar Pichai menyebutkan pada kuartal pertama, pihaknya menambah sekitar tiga juta pengguna panggilan video, naik dari dua juta per hari yang dilihat perusahaan pada bulan Maret.

Simak Video “Selain Zoom, Ini Deretan Aplikasi Video Conference Lainnya

(agt/afr)

Posted on

Video Viral Saat Bangunin Orang Sahur, Paling Ramai Mimi Peri

sahur

Jakarta –

Ada-ada saja guyonan warga Twitter, apalagi saat bulan puasa begini makin banyak hal lucu yang tersebar seputar cara kilat membangunkan orang bangun sahur. Salah satunya adalah video kocak dari Mimi Peri yang kemudian diunggah ulang oleh @dayatpiliang di Twitter.

“Ampuh buat bangunin sahur. Setel volume paling keras, putar video ini dan taruh di telinga temanmu. Putar berkali-kali hingga dia bangun. Aku jamin nggak butuh waktu lama,” tulisnya.

qAMoGLsr normal

Dayat Piliang (;)@dayatpiliang

ampuh buat bangunin sahur. setel volume paling keras, putar video ini dan taruh di telinga temanmu. putar berkali-kali hingga dia bangun. aku jamin nggak butuh waktu lama.

Video terlekat

402 orang memperbincangkan tentang ini

Nah, kejadian lain yang sempat bikin ngakak netizen adalah peristiwa di mana akun @subho membagikan video seorang pria dengan motor gedenya masuk ke dalam rumah. Kejadian ini sukses bikin dua orang terbangun kaget karena suara motor yang nampaknya memang sengaja untuk ‘digeber’.

ID A8Eel normal

rstuvwxyz@Restums_

Cara anak motor bangunin sahur be like :

Video terlekat

Lihat Tweet rstuvwxyz lainnya
Kalau ini bukan kocak sih, tapi keren juga untuk dibahas. Video yang baru-baru ini viral adalah rekaman pemuda-pemuda di Aceh saat membangunkan orang untuk sahur. Mereka melantunkan ajakan sahur dengan suara yang merdu dan bersama-sama.

 

AAqtmRir normal

aku suka@khentankmekdi

Cara pemuda aceh bangunin sahur

Sumber: Tertera

Video terlekat

Lihat Tweet aku suka lainnya

sumber: https://inet.detik.com/

Posted on

Viral di WhatsApp Pemerintah Beri Kuota Gratis 10 GB, Ini Faktanya

WA

Jakarta – 

Sebuah pesan berbunyi pemerintah memberikan kuota internet 10 GB secara cuma-cuma viral di WhatsApp. Pesan itu disebut sebagai insentif bagi masyarakat melawan virus COVID-19.

Kuota internet 10 GB diberikan agar masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga, saudara dan juga teman. Pasalnya, di tengah pandemi masyarakat harus beraktivitas di dalam rumah.Berikut bunyi pesannya:

“Kuota 10GB Gratis untuk melawan virus covid-19

 
 

Meskipun kita diwajibkan untuk tetap
di rumah tapi sangat penting untuk
kita tetap berhubungan dengan
kerabat maupun keluarga kita
Maka dari itu pemerintah bekerja sama dengan seluruh provider di Indonesia membagikan kuota
sebesar 10GB agar kita semua tetap
berkomunikasi.
Sebagai insentif dari pemerintah.”

 
 

Nah, bagaimana fakta pesan kuota gratis?

Dikutip dari laman resmi Kominfo, kabar pemberian kuota internet tidak benar atau hoaks. Sebab, kabar tersebut tidak berasal dari sumber yang kredibel.

Sementara itu, pemerintah saat ini hanya bekerja sama untuk memberikan kuota internet gratis bagi platform pendidikan. Maka dari itu, pesan pemberian kuota gratis secara cuma-cuma tidak benar.

“Saat ini pemberian kuota gratis dari Pemerintah adalah berupa kerja sama dengan operator telekomunikasi dengan memberikan layanan internet gratis melalui platform dunia pendidikan dan bukan seperti narasi pada pesan berantai tersebut,” bunyi penjelasan tersebut dikutip detikcom, Selasa (5/5/2020).

Terakhir, pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak percaya terhadap kabar kuota gratis yang viral tersebut. Pasalnya, hal seperti itu bisa menjadi tindak kejahatan.

“Dihimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima pesan berantai seperti ini (kuota gratis), dikarenakan cara tersebut biasa jadi merupakan tindak kejahatan berbasis Internet,” tutup dia.

 

sumber: https://inet.detik.com/